jump to navigation

Pusat Belanja Harus Berinovasi Untuk Jaga Pelanggan October 3, 2017

Posted by 13511026 in : Busana Muslim, Grosir Baju, Grosir Baju Atasan Wanita, Grosir Baju Muslim , add a comment

Pusat Belanja Harus Berinovasi Untuk Jaga Pelanggan – Keluhan dari beberapa pedagang di beberapa pusat belanja terkait pendapatan penjualan maupun turunnya jumlah pengunjung, ditanggapi antusias oleh Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) A. Stefanus Ridwan.

Stefanus mengungkapkan bahwa setiap pusat belanja tidak perlu takut untuk kekurangan pengunjung ataupun penurunan omset, jika tetap melakukan inovasi dan memberikan suatu alasan bagi pelanggan untuk kembali.

Baca Juga : APPBI Dorong Pariwisata Dengan Gelar WICSF 2017 di 100 Pusat Belanja

“Selama satu pusat belanja mempunyai inovasi dan ide bagus, maka tidak perlu takut dengan competitor sejenis ataupun dengan perdagangan online,” kata Stefanus saat di wawancara Kamis (28/9).

Stefanus dengan tegas menyatakan bahwa setiap toko , grosir baju muslim, grosir baju, atau pusat belanja haruslah bisa memberikan alasan bagi pelanggannya untuk kembali.

“Saya selalu mengedukasi anggota APPBI untuk selalu melakukan inovasi dan hal yang berbeda. Sehingga setiap pusat belanja memiliki ciri khas masing-masing dan mampu tetap menarik pelanggan walaupun ada pusat belanja sejenis didekatnya. Harus ada sesuatu yang wow yang membuat pelanggan selalu ingin kembali. Dan juga pelanggan bisa percaya bahwa produk yang kita miliki adalah yang paling baik,” terang Stefanus.

Solusi Penjualan Grosir Pedagang Tanah Abang

Solusi Penjualan Grosir Pedagang Tanah Abang

Baca Juga : Solusi Penjualan Grosir Pedagang Tanah Abang

Stefanus juga menegaskan bahwa jumlah pengunjung dan penjualan bukanlah tergantung pada suatu pusat belanja itu baru atau lama tapi tergantung bagaimana suatu pusat belanja yang mampu berubah mengikuti perkembangan pasar.

“Kalau dibilang saat ini banyak mal lama yang menurun penjualannya, coba bandingkan mana yang lebih lama Plaza Indonesia atau Mangga Dua Square? Lihat perkembangannya, kondisi penjualannya. Ini bukan tentang mal baru atau mal lama tapi tentang bagaimana mampu berinovasi dan membuat pelanggan kembali. Tentunya kebijakan dari pemilik pusat belanja akan menjadi sesuatu yang menentukan juga,” papar Stefanus.

Keragaman produk juga ditekankan oleh Stefanus sebagai penentu kembalinya pelanggan pada toko atau pusat belanja.

“Jika pelanggan datang hari ini, membeli produk. Lalu minggu depannya dia kembali dan produknya masih tetap sama,apa lagi yang mau dibeli. Ini kita bicara retail ya. Jika desain baju biasa saja atau sama dalam kurun waktu yang lama, pelanggan akan bosan,” kata Stefanus.

Sebagai solusi atas menurunnya pengunjung ataupun penjualan, Stefanus menekankan pada penyesuaian pada kebutuhan pasar dan keragaman produk.

“Kita sebagai penjual atau pemilik pusat belanja, haruslah bisa menyiapkan alasan untuk menaikan style dari pelanggan. Apalagi saat ini banyak sekali yang suka pamer di sosial media. Mereka mau makan, mereka selfie. Jadi kita harus tahu bahwa pakaian saat selfie juga harus menunjang. Kita harus tahu mode apa yang sedang hits. Atau melakukan terobosan mode secara berkala,” urai Stefanus.

Stefanus mengungkapkan bahwa tidak semua pusat belanja mengalami penurunan.

“Gak semua kok turun. Banyak juga yang meningkat. Seperti Kota Kasablanka mengalami kenaikan 18% dan Gandaria City naik 20%,” kata Stefanus.

Sumber : Model Gamis

APPBI Dorong Pariwisata Dengan Gelar WICSF 2017 di 100 Pusat Belanja October 3, 2017

Posted by 13511026 in : Grosir Baju Muslim, Grosir Busana Muslim , add a comment

APPBI Dorong Pariwisata Dengan Gelar WICSF 2017 di 100 Pusat Belanja – Perhelatan berskala nasional Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival kembali diadakan untuk kali ke-2 oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dengan menghadirkan lebih banyak variasi busana , busana muslim dan kulinari UKM. Beberapa di antaranya adalah produk pakaian muslim milik selebriti nasional.

APPBI Gelar WICSF 2017

APPBI Gelar WICSF 2017

Baca juga : Solusi Penjualan Grosir Pedagang Tanah Abang

Peresmiannya, yang bertepatan dengan Hari Pariwisata Nasional, 27 September 2017, dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Ketua Tim Percepatan Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Vita Datau Mesakh dan perwakilan dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

Ketua Umum DPP APPBI A. Stefanus Ridwan memaparkan penyelenggaraan WICSF 2017 ini digelar mulai 27 September 2017 hingga 27 Oktober 2017 dengan melibatkan 100 pusat belanja dari 18 kota di 20 provinsi. Selain itu, juga melibatkan 40 desainer yang bernaung di bawah Indonesia Fashion Chamber.

“Untuk penyelenggaraan tahun ini, kami membuat acara yang berbeda. Kami tidak mau hanya menghadirkan fashion show yang biasa-biasa, kami ingin tampil beda. Dan untuk tahun ini, kami juga melakukan teleconference dengan salah satu mall di Palembang dengan Gubernur Palembang dan Kadispar Provinsi,” kata Stefanus saat acara peresmian berlangsung di Kota Kasablanka Jakarta, Rabu (27/9).

Stefanus meyakini target pendapatan tahun ini akan naik 20% dibandingkan hasil dari tahun 2016, Rp400 triliun.

“Saya yakin, pendapatan akan naik 20% karena kita melibatkan fashion designer tahun ini dan juga karena dukungan kebijakan pemerintah,” ungkap Stefanus.

Dukungan paling kuat tentunya berasal dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perdagangan.

“Saya sangat mendukung event ini karena, baik kuliner maupun belanja merupakan sumber pendapatan yang bagus. Income Indonesia yang berasal dari kuliner itu 40% dan fashion 20% berdasarkan data ekonomi kreatif. Sementara dari segi ekspor, kuliner menyumbang 6% dan fashion menyumbang lebih besar yaitu 56%,” kata Arief Yahya saat memberikan sambutan.

Arief juga menyatakan akan memberikan kesempatan pada 10 brand yang terlibat pada acara ini untuk terlibat dalam skema co-branding yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata.

Senada dengan Arief Yahya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang hadir untuk meninjau peserta acara mengucapkan apresiasinya pada komitmen APPBI dalam menyelenggarakan acara ini.

Baca Juga : Aplikasi Pusat Belanja Grosir

Solusi Penjualan Grosir Pedagang Tanah Abang

Solusi Penjualan Grosir Pedagang Tanah Abang

“Saya berterima kasih atas komitmen APPBI yang memberikan kesempatan pada UKM tanpa dipungut biaya untuk boleh berdagang di pusat belanja yang menjadi anggota APPBI,” ucap Enggartiasto di depan awak media usai meninjau lokasi pameran.

Enggartiasto juga memaparkan bahwa acara ini akan menimbulkan dua efek yaitu pengusaha pusat belanja akan dapat menarik pembeli yang bukan pelanggan mereka yang biasa datang dan dari sisi UKM, kerjasama dan kepedulian APPBI ini akan membantu UKM untuk membranding alamat dan produknya.

Sumber : Suppliers Indonesia

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer